Berita InfrastrukturBerita TerbaruTeknologi Terbaru

Mahasiswa ITB Ciptakan Beton Pracetak Ramah Lingkungan Berbasis Limbah PET, Raih Juara 1 The 3rd UNBC

KONSTRUKSINEWS.ID – Inovasi material konstruksi berkelanjutan kembali lahir dari mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Dua mahasiswa Program Studi Teknik Material ITB berhasil mengembangkan konsep beton pracetak berbasis limbah plastik PET (Polyethylene Terephthalate) yang tidak hanya memiliki nilai teknis, tetapi juga menawarkan solusi terhadap persoalan lingkungan.

Gagasan tersebut dikembangkan oleh tim 2% HJSI, yang beranggotakan Hasby Abdul Hafiz Munandar dan Muhammad Fauzan. Nama tim tersebut terinspirasi dari keterlibatan mereka dalam organisasi relawan Hyundai JumpSchool Indonesia (HJSI), di mana mereka menjadi bagian kecil dari komunitas relawan tersebut.

Melalui inovasi ini, limbah plastik PET dimanfaatkan sebagai material pengganti sebagian agregat kerikil dalam campuran beton pracetak. Komposisi beton inovasi tersebut terdiri dari semen, pasir, agregat kerikil, agregat PET, PVA, serta SiO₂ yang dirancang untuk menghasilkan material konstruksi dengan performa tinggi.

Berbeda dengan beton berbasis plastik pada umumnya yang masih banyak digunakan untuk produk sederhana seperti paving block, tim ITB menghadirkan teknologi “Ecobond”, yaitu metode pelapisan (coating) dengan formulasi khusus agar beton berbasis limbah plastik tetap memiliki kualitas yang mampu digunakan untuk kebutuhan konstruksi yang lebih berat.

Keunggulan utama beton inovasi ini terletak pada bobotnya yang lebih ringan dibandingkan beton konvensional, namun tetap mampu mempertahankan kekuatan tekan yang kompetitif. Dengan substitusi agregat PET sekitar 10 persen, material ini berpotensi mengurangi jumlah sampah plastik secara signifikan apabila diproduksi dalam skala industri.

Beton pracetak hasil pengembangan tim tersebut telah mencapai mutu K-400, sehingga memiliki peluang untuk diaplikasikan pada berbagai kebutuhan konstruksi struktural seperti gedung, jembatan, maupun fasilitas industri. Selain itu, teknologi ini juga berpotensi dikembangkan untuk kebutuhan konstruksi yang lebih ringan seperti perumahan.

Inovasi tersebut kemudian membawa Tim 2% HJSI mengikuti ajang The 3rd UNBC (University National Business Competition). Dalam kompetisi yang mengusung semangat kewirausahaan hijau dan keberlanjutan tersebut, ide beton ramah lingkungan dari limbah PET berhasil meraih penghargaan Juara 1.

Menurut Hasby, motivasi mengikuti kompetisi ini bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga untuk menguji apakah ide inovasi yang mereka kembangkan memiliki peluang untuk diwujudkan menjadi bisnis nyata yang memberikan dampak bagi lingkungan.

Saat ini, inovasi beton PET tersebut masih berada pada tahap pengembangan melalui pengujian laboratorium dan simulasi. Ke depan, tim berharap teknologi ini dapat dikembangkan lebih lanjut hingga memasuki tahap komersialisasi dan menjadi salah satu solusi material konstruksi berkelanjutan di Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button