Dorong Infrastruktur Cerdas dan Tangguh, Universitas Trisakti Gelar Seminar Teknik Sipil 2026
Pakar Teknik Sipil Nasional Kupas Infrastruktur Cerdas dan Tangguh

Jakarta, KONSTRUKSINEWS.id – Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan dalam agenda pembangunan nasionalnya. Di satu sisi, ambisi untuk menjadi negara maju menuntut percepatan pembangunan fisik yang masif. Di sisi lain, realitas geopolitik lingkungan seperti fenomena urbanisasi yang tidak terkendali, ancaman nyata perubahan iklim global, serta tingginya risiko bencana alam di wilayah cincin api (ring of fire), menuntut pergeseran paradigma. Infrastruktur tidak lagi cukup hanya dibangun dengan megah; ia harus cerdas, adaptif, tangguh, dan ramah lingkungan.
Merespons urgensi mendesak tersebut, Universitas Trisakti mengambil langkah strategis dengan bersiap menyelenggarakan perhelatan ilmiah bergengsi: Seminar Teknik Sipil 2026. Mengangkat tema utama “Peran Teknik Sipil dalam Pengembangan Infrastruktur Nasional yang Cerdas, Tangguh dan Berkelanjutan”, forum ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda akademis rutin, melainkan sebuah wadah pemikir (think tank) yang krusial untuk memetakan cetak biru konstruksi masa depan Indonesia.

Acara berskala nasional ini dijadwalkan berlangsung 3 Juni 2026 di Auditorium Lantai 9 Gedung C, Kampus A Universitas Trisakti, yang berlokasi di kawasan strategis Grogol, Jakarta Barat. Dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, agenda ini memposisikan diri sebagai jembatan emas (golden bridge) untuk menyatukan visi, memfasilitasi debat ilmiah yang konstruktif, serta memicu kolaborasi nyata antara dunia akademisi, praktisi lapangan, asosiasi profesi, hingga penentu kebijakan.
Sinergi Pemikiran Para Maestro Teknik Sipil
Bobot strategis dari seminar ini teperhatikan dari daftar pembicara yang dihadirkan. Universitas Trisakti berhasil mengumpulkan lima tokoh dan pakar paling berpengaruh dalam lanskap rekayasa sipil dan geoteknik di Indonesia saat ini. Sinergi pemikiran mereka diharapkan mampu melahirkan solusi-solusi mutakhir yang aplikatif terhadap tantangan spesifik tanah air.
Para pembicara utama tersebut meliputi:
-
Prof. Ir. Iswandi Imran, M.Sc., Ph.D. (Ketua Umum Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia / HAKI) – Sebagai pakar struktur terkemuka, kehadirannya sangat krusial dalam membahas standarisasi kelayakan, ketahanan gempa, serta adopsi material baru yang lebih kokoh namun efisien dalam sistem konstruksi modern.
-
Prof. Ir. Masyhur Irsyam, M.S.E., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung / FTSL ITB) – Dikenal luas sebagai pakar geoteknik kegempaan nasional, analisisnya akan memberikan pandangan mendalam mengenai mitigasi risiko bencana pada struktur bawah tanah dan fondasi bangunan bertingkat.
-
Prof. Ir. Widjojo Adi Prakoso, M.Sc., Ph.D. (Ketua Umum Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia / HATTI) – Keahliannya dalam rekayasa geoteknik akan menyoroti tantangan pemanfaatan lahan dengan karakteristik tanah yang kompleks di berbagai wilayah Indonesia, sebuah aspek fundamental sebelum infrastruktur di atasnya didirikan.
-
Prof. Ir. Paulus Pramono Rahardjo, MSCE, Ph.D. (Guru Besar Universitas Katolik Parahyangan / UNPAR) – Pengalaman panjangnya di dunia akademik dan praktisi akan memperkaya diskusi mengenai inovasi rekayasa tanah, stabilisasi lereng, dan solusi geoteknik berkelanjutan.
-
Prof. Dr. Ir. Wiryanto Dewobroto, M.T. (Guru Besar Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan / UPH) – Kehadirannya akan membawa perspektif penting mengenai transformasi digital dalam dunia teknik sipil, termasuk optimalisasi Building Information Modeling (BIM) dan komputasi struktur mutakhir.
Kehadiran para pakar lintas institusi dan asosiasi ini menjadi jaminan bahwa substansi yang dibahas dalam seminar ini akan mencakup spektrum yang sangat luas, mulai dari hulu (perencanaan geoteknik) hingga ke hilir (implementasi teknologi digital dan pemeliharaan struktur jangka panjang).
Integrasi Akademik dan Sektor Industri
Bobot penting acara ini semakin diperkuat dengan keterlibatan aktif institusi profesi insinyur terbesar di tanah air. Seminar Teknik Sipil 2026 ini dijadwalkan dibuka secara resmi dengan sambutan pembuka (opening remarks) oleh Ketua Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII), Ir. Habibie Razak, IPU. Dalam sesinya, Habibie akan menyoroti pentingnya peta jalan (roadmap) kompetensi insinyur Indonesia serta kontribusi vital yang harus diambil oleh perguruan tinggi dalam memacu percepatan pembangunan nasional yang berstandar internasional.
Agar diskusi berjalan secara dinamis, tajam, dan tetap terarah pada output solusi praktis, jalannya seluruh rangkaian seminar ilmiah ini akan dipandu langsung oleh Dr. Ir. Aksan Kawanda, IPU. Aksan merupakan salah satu akademisi dan praktisi geoteknik dari jajaran dosen Teknik Sipil Universitas Trisakti yang bereputasi tinggi, sehingga mampu menjembatani pemikiran teoretis para guru besar dengan realitas kebutuhan industri di lapangan.
Komitmen Universitas Trisakti untuk Masa Depan
Penyelenggaraan seminar nasional ini menjadi pembuktian nyata dari komitmen berkelanjutan Universitas Trisakti dalam mendukung program-program strategis nasional. Melalui perhelatan ini, Program Studi Teknik Sipil Universitas Trisakti tidak hanya berperan sebagai penyedia ruang diskusi, tetapi juga aktif memacu lahirnya inovasi-inovasi yang selaras dengan konsep Smart and Sustainable City (Kota Cerdas dan Berkelanjutan).
Output dari forum ini diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademis di perpustakaan semata, melainkan menjelma menjadi rekomendasi kebijakan konkrit yang dapat diimplementasikan oleh industri konstruksi nasional. Dengan mempererat sinergi antara dunia akademik (academia) dan industri (industry), Universitas Trisakti optimis bahwa sektor teknik sipil Indonesia akan semakin siap melahirkan infrastruktur yang tidak hanya megah secara visual, tetapi juga cerdas secara sistem, kokoh menghadapi potensi bencana, dan ramah bagi generasi masa depan.



