Menko AHY Bekali 384 Peserta P3MD untuk Kawal Pembangunan Nasional
Peserta program dipersiapkan melalui pembentukan karakter, pelatihan manajerial, dan kontribusi kepada masyarakat selama 11 bulan
KONSTRUKSINEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membekali 384 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD). Dalam kegiatan yang diselenggarakan Universitas Republik Indonesia (URI) bersama Danantara Corporate University itu, ia mendorong generasi muda calon pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlibat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional.
AHY menyampaikan pembekalan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Ia menilai pembangunan tidak cukup hanya ditopang ketersediaan sumber daya alam, investasi, dan infrastruktur. Kualitas sumber daya manusia serta kepemimpinan yang mampu memastikan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat juga menjadi faktor penting.
Peserta P3MD merupakan generasi muda terpilih dari lebih dari 10.000 calon. Mereka berasal dari beragam latar belakang profesi, keilmuan, dan keahlian, lalu dipersiapkan untuk berkontribusi di berbagai jajaran BUMN, termasuk Danantara. Lembaga tersebut diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi berkelanjutan.
Kepemimpinan dan konektivitas nasional
Menurut AHY, kesiapan calon pemimpin BUMN berkaitan erat dengan agenda pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional. Kekayaan sumber daya alam Indonesia perlu dikelola oleh sumber daya manusia yang kompeten agar dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Infrastruktur dan konektivitas menjadi tulang punggung pembangunan bangsa yang harus kita kawal sebaik mungkin,” ujar AHY. Ia juga menekankan bahwa besarnya potensi sumber daya alam Indonesia harus diiringi kualitas manusia yang mampu mengelolanya.
AHY mengajak para peserta mengambil bagian dalam proses pembangunan, baik pada masa kini maupun masa mendatang. Bagi calon pemimpin BUMN, peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target organisasi, tetapi juga pemahaman terhadap dampak keputusan bisnis dan investasi terhadap masyarakat, pembangunan wilayah, dan keberlanjutan ekonomi nasional.
Ia mengapresiasi pimpinan serta penyelenggara P3MD yang terlibat dalam pendidikan dan penempaan peserta. AHY berharap program ini dapat meningkatkan kapasitas calon pemimpin sekaligus menjadi ruang kolaborasi untuk mendukung agenda pembangunan.
Ia menilai tidak ada satu entitas yang dapat berdiri sendiri dalam menyukseskan seluruh agenda pembangunan bangsa. Karena itu, kolaborasi antara berbagai pihak diperlukan agar pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan selaras dengan pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran.
Program berlangsung selama 11 bulan
Komandan P3MD Marsekal Pertama TNI Dr. Anton Pallaguna menjelaskan, program yang dibuka pada Mei 2026 tersebut dirancang berlangsung selama 11 bulan dan terbagi dalam tiga tahap.
Tahap pertama berlangsung selama tiga bulan dengan fokus pada pembentukan dan penguatan karakter. Peserta kemudian mengikuti pengembangan kemampuan manajerial selama empat bulan, sebelum menjalani tahap kontribusi kepada masyarakat selama empat bulan berikutnya.
Saat pembekalan AHY berlangsung, P3MD berada pada tahap pengembangan kemampuan manajerial. Pada fase ini, peserta memperoleh pengayaan dari sejumlah tokoh nasional untuk memperluas wawasan mengenai manajemen, kepemimpinan, dan tantangan pembangunan.
Rangkaian pendidikan tersebut diarahkan untuk membentuk calon pemimpin BUMN yang berintegritas, kompeten, dan mampu menjalankan tanggung jawab secara profesional. Mereka juga diharapkan memperkuat kontribusi BUMN bagi pembangunan nasional serta memberi manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Gubernur URI Yos Sunitiyoso dan Direktur Danantara Corporate University Handi Kurniawan. AHY didampingi Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antarlembaga Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya, serta Tenaga Ahli Menteri Rio Neswan.



