Geosistem Tegaskan Eksistensi 30 Tahun Lewat PIT HATTI XXX/2026
Perusahaan memperkenalkan produk geoteknik dan mencermati peluang keterlibatan dalam proyek Giant Sea Wall Pantai Utara Jawa

KONSTRUKSINEWS.ID – PT Teknindo Geosistem Unggul atau Geosistem menegaskan keberadaannya selama tiga dekade di industri geoteknik dan konstruksi Indonesia melalui keikutsertaan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) XXX/2026.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Jakarta pada 2 November 2026 tersebut, Geosistem memperkenalkan sejumlah produk unggulan sekaligus menyampaikan komitmennya untuk mendukung perkembangan teknologi teknik sipil. Partisipasi itu juga menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk berinteraksi dengan praktisi, konsultan, akademisi, serta pelaku industri konstruksi.
Menjaga eksistensi di industri geoteknik
Marketing Manager PT Teknindo Geosistem Unggul, Handri Arisandi, mengatakan kehadiran perusahaan dalam PIT HATTI XXX/2026 tidak hanya dimaksudkan sebagai partisipasi rutin dalam agenda tahunan. Menurut dia, forum tersebut penting untuk menjaga kedekatan Geosistem dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan sektor teknik sipil dan konstruksi.
Melalui kegiatan itu, perusahaan kembali menampilkan produk-produk yang telah tersedia serta memperkenalkan inovasi baru. Langkah tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan di sektor teknik sipil, sekaligus memperlihatkan kesinambungan kiprah Geosistem setelah 30 tahun beroperasi.
Handri menegaskan bahwa usia tiga dekade menjadi pesan utama yang ingin disampaikan perusahaan dalam keikutsertaannya pada kegiatan HATTI. Ia menyebut Geosistem tetap berkomitmen memberikan kontribusi bagi dunia sipil dan industri konstruksi melalui kualitas serta dedikasi perusahaan.
“Geosistem 30 tahun masih eksis,” kata Handri saat berbincang dengan Konstruksi Media di lokasi PIT HATTI XXX/2026, Jakarta, 2 November 2026.
Menyiapkan peringatan tiga dekade
Selain mengikuti PIT HATTI, Geosistem tengah menyiapkan sejumlah agenda untuk memperingati perjalanan perusahaan selama 30 tahun. Surabaya direncanakan menjadi salah satu lokasi utama kegiatan perayaan tersebut.
Namun, perusahaan belum menetapkan konsep maupun rangkaian acara secara final. Pembahasan mengenai bentuk kegiatan dan pelaksanaannya masih berlangsung secara internal.
Mencermati peluang Giant Sea Wall
Geosistem juga mencermati kemungkinan keterlibatan dalam proyek pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa. Handri menyampaikan bahwa perusahaan masih mengikuti perkembangan desain serta kebutuhan teknis proyek tersebut.
Sebagai bagian dari penjajakan, Geosistem telah mengajukan beberapa alternatif desain teknis kepada konsultan. Alternatif itu diajukan untuk melihat pilihan yang paling efektif, sesuai kondisi dan kebutuhan lapangan, serta memiliki kemungkinan untuk diterapkan dan dikembangkan.
“Kami telah mencoba mengajukan sejumlah alternatif desain teknis kepada konsultan,” ujar Handri.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan keterlibatan Geosistem dalam proyek Giant Sea Wall masih berada pada tahap pencermatan desain dan kebutuhan teknis. Belum terdapat informasi mengenai keputusan akhir terkait peran perusahaan dalam proyek itu.



