Berita InfrastrukturBerita TerbaruProyek Strategis Nasional

Transformasi Jalan Dadakitan–Malempak: Dulu Jalan Setapak, Kini Mulus Dukung PLTA Tolitoli

KONSTRUKSINEWS.ID – Kabar gembira datang dari Sulawesi Tengah. Ruas jalan Dadakitan–Malempak di Kabupaten Tolitoli kini telah berubah total. Melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD), akses yang sebelumnya hanya berupa jalan tanah setapak kini telah bertransformasi menjadi jalan beraspal yang mantap.

Pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar memperbaiki jalan, melainkan menjadi kunci strategis untuk mendukung distribusi hasil pertanian, perkebunan, hingga menjadi jalur vital menuju lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang akan menopang kebutuhan energi di Kabupaten Tolitoli.

Dari Becek ke Jalan Mulus

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak, mengungkapkan bahwa sebelum tersentuh program IJD, kondisi ruas jalan ini sangat memprihatinkan.

“Dulu sekitar 60 persen jalan ini hanya berupa setapak. Masyarakat kesulitan membawa hasil tani mereka ke jalan nasional. Sekarang, akses sudah jauh lebih baik dan siap mendukung mobilitas logistik menuju kawasan PLTA di ujung ruas jalan,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

Pembangunan ini melibatkan kolaborasi erat antara Kementerian Pekerjaan Umum dengan Pemerintah Kabupaten Tolitoli yang telah menyiapkan desain teknis dan kesiapan lahan sejak awal.

Kualitas Konstruksi Terjamin

Peningkatan ruas jalan sepanjang 6,75 kilometer ini menelan anggaran APBN sebesar Rp20,01 miliar. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Sulawesi Tengah, Eko Prasetyo Galih, menjelaskan bahwa jalan ini dibangun dengan spesifikasi mumpuni.

“Kami menggunakan lapis permukaan aspal AC-WC setebal lima sentimeter. Sistem drainasenya pun diperkuat dengan penggantian delapan titik gorong-gorong menjadi box culvert precast agar jalan tidak mudah tergenang dan lebih awet, dengan umur rencana hingga 10 tahun,” jelas Eko.

Tantangan curah hujan tinggi selama proses konstruksi berhasil diatasi dengan manajemen waktu yang ketat, memastikan proyek selesai tepat waktu dan tetap terjaga mutunya.

Warga: “Tunggu 30 Tahun Baru Diperbaiki”

Wajah sumringah tidak bisa disembunyikan oleh warga setempat. Hijrah, seorang warga yang telah menetap selama 30 tahun di kawasan tersebut, mengaku sangat bersyukur.

“Sudah hampir 30 tahun saya tinggal di sini, baru kali ini jalan ini diaspal. Akhirnya bisa menikmati jalan yang layak,” ungkapnya haru.

Hal senada disampaikan Hasrul, seorang guru SDN Dadakitan 01. Ia mengenang masa lalu saat jalanan becek dan penuh lubang di musim hujan, yang kini telah berganti menjadi kenyamanan akses bagi anak-anak sekolah dan warga sekitar.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button