Berita KonstruksiBerita TerbaruUncategorized

OIKN Kejar Kesiapan 2028, Basuki Soroti Jalan Tol hingga Bandara Komersial

KONSTRUKSINEWS.ID — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus mempercepat penyediaan infrastruktur dasar dan fasilitas pemerintahan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kesiapan jalan, air, listrik hingga perkantoran menjadi bagian penting untuk mendukung aktivitas pemerintahan sekaligus menarik investasi ke kawasan tersebut.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur dasar menjadi salah satu fokus utama saat ini. Infrastruktur tersebut mencakup jaringan jalan, penyediaan air minum, listrik serta fasilitas perkantoran pemerintahan.

Menurut Basuki, fasilitas perkantoran pemerintah di IKN telah disiapkan dalam 20 tower, di luar kompleks Sekretariat Negara dan Sekretariat Presiden. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 15.000 aparatur sipil negara (ASN).

Saat ini, sekitar 1.800 ASN telah berada di IKN. Mereka berasal dari sejumlah instansi, antara lain OIKN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, sektor perbankan, Badan Intelijen Negara hingga koperasi.

16 Kementerian dan Lembaga Diprioritaskan

OIKN telah mengidentifikasi sekitar 16 kementerian dan lembaga yang dinilai berkaitan langsung dengan proses pembangunan dan pengelolaan IKN untuk tahap awal perpindahan.

Basuki mencontohkan Kementerian ATR/BPN yang dibutuhkan dalam proses pembebasan lahan, sektor kehutanan untuk pelepasan kawasan hutan, serta Kementerian Perhubungan yang berkaitan dengan pengembangan bandara.

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025, proses perpindahan ASN ke IKN ditargetkan mulai berjalan dengan jumlah sekitar 4.000 orang hingga 2027-2028.

Di sisi lain, aktivitas sektor swasta juga mulai terlihat. Basuki mengatakan sejumlah investor telah memasuki tahap pembangunan atau under construction.

Investasi Swasta Mulai Masuk

Dalam pemaparannya, Basuki menyebut nilai investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai sekitar Rp71 triliun. Sejumlah proyek di antaranya telah masuk tahap konstruksi.

Salah satu investor asal China, Star Bright, disebut menyiapkan investasi sekitar Rp1,5 triliun untuk membangun empat tower yang diperuntukkan bagi hunian dan perkantoran.

Kemudian terdapat investor asal Korea Selatan, Dian Jaya, yang menyiapkan investasi sekitar Rp2,5 triliun untuk pengembangan 21 tower yang mencakup kantor, hotel dan apartemen.

Investor asal Uni Emirat Arab, Ayedh Dejem, juga disebut menyiapkan investasi sekitar Rp4 triliun pada lahan seluas 10 hektare. Sekitar 8 hektare dialokasikan untuk pusat perbelanjaan.

Dari dalam negeri, Artha Graha berencana mengembangkan Nusantara Park di atas lahan sekitar 3,8 hektare. Sementara itu, Boy Thohir bersama Taman Safari masih berkomitmen mengembangkan proyek di lahan seluas 70 hektare.

Basuki menilai kesiapan infrastruktur dasar menjadi faktor penting untuk mempercepat realisasi investasi.

Menurut dia, investor cenderung mulai bergerak ketika akses jalan, air dan listrik sudah tersedia. Perkembangan pembangunan infrastruktur juga disebut membuat sebagian investor yang sebelumnya memilih menunggu mulai menyiapkan perizinan dan desain proyek.

Pembiayaan IKN

Selain investasi swasta, pembangunan IKN juga menggunakan sejumlah skema pembiayaan.

Basuki menyebut alokasi APBN untuk periode 2025-2028 mencapai Rp48,8 triliun. Sementara pembangunan yang telah dilakukan hingga 2024 disebut mencapai sekitar Rp90 triliun.

Untuk skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), nilai proyek yang disebutkan mencapai sekitar Rp134 triliun. Dari sejumlah pemrakarsa, sebagian proyek telah memperoleh persetujuan dan memasuki tahapan kontrak.

Basuki juga menyebut proyek KPBU yang telah disetujui pemerintah nilainya sekitar Rp117 triliun, termasuk rencana pembangunan 109 unit rumah tapak dan delapan tower apartemen.

Bandara IKN Disiapkan untuk Penerbangan Komersial

Dari sisi konektivitas, OIKN juga mendorong pemanfaatan Bandara IKN. Basuki mengatakan bandara tersebut memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter sehingga dapat melayani pesawat berbadan lebar.

Jika nantinya dibuka untuk penerbangan komersial, Basuki menyampaikan keinginan agar bandara tersebut dapat melayani penerbangan langsung untuk kebutuhan haji dan umrah menuju Jeddah.

Dia juga menilai Bandara IKN dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan tidak harus dipandang sebagai dua fasilitas yang saling bersaing. Keduanya, menurut Basuki, dapat memperkuat konektivitas kawasan dan membentuk jaringan antarkota.

Selain bandara, pembangunan jalan tol juga menjadi bagian dari konektivitas menuju IKN. Dari total sekitar 57 kilometer jalan tol, Basuki menyebut tersisa sekitar 2,8 kilometer yang masih dalam proses penyelesaian. Jika seluruh ruas rampung, waktu tempuh dari bandara menuju kawasan IKN diperkirakan sekitar 15-20 menit.

Aktivitas Ekonomi Belum Mencapai Puncak

Basuki mengatakan aktivitas ekonomi di sekitar IKN masih belum mencapai kondisi puncak. Saat ini, sekitar 8.000 pekerja terlibat dalam pembangunan fasilitas yudikatif dan administratif.

Jumlah tersebut sebelumnya sempat mencapai sekitar 27.000 pekerja ketika pembangunan berada pada periode paling padat.

Ke depan, jumlah pekerja diperkirakan kembali meningkat seiring bertambahnya pembangunan hunian dan fasilitas lainnya. Kondisi tersebut juga dinilai dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di Penajam Paser Utara (PPU) dan Sepaku.

Basuki mencontohkan aktivitas UMKM yang meningkat ketika terdapat kegiatan di kawasan IKN. Pada periode libur Natal, misalnya, sekitar 385.000 orang tercatat datang dalam lima hari. Sementara omzet UMKM saat kegiatan akhir pekan disebut dapat mencapai sekitar Rp40 juta per hari.

OIKN Tekankan Aspek Lingkungan

Selain pembangunan fisik dan investasi, OIKN juga menempatkan aspek lingkungan sebagai bagian dari perencanaan kawasan.

Basuki menjelaskan wilayah kewenangan OIKN mencapai sekitar 252.000 hektare, terdiri dari sekitar 205.000 hektare daratan. Perencanaan kawasan dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah area bernilai konservasi tinggi.

Menurutnya, pemetaan kawasan dilakukan untuk menentukan area yang dapat dikembangkan maupun kawasan yang harus dilindungi. Konsep koridor hijau dan koridor satwa juga disiapkan untuk menjaga keterhubungan ekosistem.

OIKN juga menjalankan pendekatan re-wilding melalui penanaman berbagai jenis pohon, termasuk ketapang, durian, meranti dan ulin.

Target IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028

Basuki menegaskan target penyelesaian fasilitas untuk tiga cabang kekuasaan, yakni eksekutif, yudikatif dan legislatif, diarahkan pada 2028.

Setelah fasilitas pemerintahan tersebut tersedia, pemerintah akan melanjutkan penguatan ekosistem investasi di IKN. Menurut Basuki, keberadaan infrastruktur dasar menjadi salah satu prasyarat agar investor dapat merealisasikan pembangunan.

Dengan demikian, percepatan pembangunan jalan, air dan listrik menjadi bagian penting dari agenda OIKN dalam mempersiapkan IKN menuju target sebagai Ibu Kota Politik pada 2028.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button