BeritaBerita InfrastrukturBerita Pembangunan Nasional

Seminar UPN Yogyakarta Bahas Utilitas Data Center AI hingga Penjernihan Air

Sebanyak 140 peserta mendapat paparan tentang kebutuhan listrik, sistem pendingin, pembangkit, dan pengolahan air industri.

KONSTRUKSINEWS.ID – Kebutuhan listrik, air bersih, uap, dan sistem pendingin menjadi sorotan dalam Seminar Utilitas Industri yang digelar di Gedung Antasari, UPN “Veteran” Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini memperkenalkan kepada mahasiswa peran sistem utilitas dalam menjaga keberlangsungan operasional industri sekaligus keterkaitannya dengan peluang kerja bagi lulusan Teknik Kimia.

Seminar bertema “Empowering Industrial Systems: Peran Sistem Utilitas dalam Mendukung Keberlanjutan Industri Kimia” tersebut diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) UPN “Veteran” Yogyakarta bersama Badan Kejuruan (BK) Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Acara menjadi bagian dari rangkaian program BK Kimia PII Goes To Campus.

Sebanyak 140 peserta mengikuti kegiatan itu. Peserta terdiri atas mahasiswa Teknik Kimia dan sejumlah dosen undangan. Antusiasme terlihat sejak pagi, ketika ruang seminar telah dipadati peserta sebelum pukul 08.00 WIB.

Kebutuhan utilitas dalam operasional industri

Pemilihan topik utilitas dinilai relevan karena aspek tersebut kerap kurang mendapat perhatian, meskipun berfungsi penting dalam mendukung proses produksi. Ketersediaan listrik, uap, dan air bersih diperlukan agar kegiatan operasional pabrik dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Tiga praktisi industri hadir untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan dari berbagai sektor. Materi yang disampaikan mencakup kebutuhan utilitas pada pusat data berbasis kecerdasan buatan, keterkaitan Teknik Kimia dengan pembangkit listrik, serta proses penjernihan air.

Arief Koeswanto, Sekretaris BK Kimia PII, menjelaskan kebutuhan utilitas pada industri data center berbasis Artificial Intelligence (AI). Menurut paparan tersebut, setiap pertanyaan pengguna melalui aplikasi AI diproses oleh ribuan perangkat komputasi yang beroperasi di fasilitas pusat data berskala besar.

Aktivitas komputasi itu membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar. Perangkat juga memerlukan sistem pendingin yang bekerja terus-menerus agar tetap beroperasi dengan baik. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya ditentukan oleh perangkat lunak dan kemampuan komputasi, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur energi serta pengelolaan panas.

Kondisi itu sekaligus memperlihatkan ruang kontribusi bagi lulusan Teknik Kimia dalam pengembangan dan pengelolaan sistem utilitas pusat data.

Teknik Kimia dan sistem pembangkit

Materi berikutnya disampaikan Agung Widyanjaya, S.T., General Manager Chemical Services Division PT Global Mandira Semesta. Ia membahas hubungan ilmu Teknik Kimia dengan operasional pembangkit listrik, terutama melalui penerapan prinsip termodinamika.

Agung mengawali sesi secara interaktif dengan meminta mahasiswa menggambarkan konsep dasar sistem pembangkit listrik. Peserta kemudian diajak mengenali komponen utama, seperti boiler, turbin, kondensor, dan pompa, serta memahami prinsip termodinamika yang berlangsung di dalam rangkaian tersebut.

Melalui materi itu, mahasiswa memperoleh gambaran bahwa penerapan Teknik Kimia tidak terbatas pada industri minyak dan gas bumi atau pupuk. Keilmuan tersebut juga berkaitan dengan sektor ketenagalistrikan dan pengoperasian berbagai fasilitas pendukungnya.

Demonstrasi penjernihan air

Sesi ketiga menghadirkan Muhammad Zuhanda, S.T., CEO dan Founder PT Handa Teknologi Indonesia. Ia tidak hanya menjelaskan teori pengolahan air, tetapi juga membawa prototipe alat penjernihan untuk diperagakan di depan peserta.

Dalam demonstrasi, air keruh dimasukkan ke alat dan dicampur dengan bahan koagulan berwarna cokelat. Campuran tersebut kemudian diaduk agar koagulan mengikat partikel halus di dalam air dan membentuk gumpalan. Gumpalan partikel selanjutnya dipisahkan melalui tahapan pengolahan hingga air tampak lebih jernih.

Peragaan itu menarik perhatian mahasiswa. Sejumlah peserta mendekat untuk melihat proses secara langsung dan mengabadikannya menggunakan perangkat masing-masing. Praktik tersebut memberikan gambaran mengenai penerapan pengolahan air untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam operasional industri.

Selain pemaparan materi, seminar berlangsung melalui diskusi, sesi tanya jawab, dan praktik menggambar proses industri di papan tulis. Pertanyaan peserta mencakup pengoperasian peralatan, penerapan Teknik Kimia di industri, serta peluang karier di bidang utilitas.

Rangkaian materi tersebut memperluas pemahaman mahasiswa bahwa Teknik Kimia juga mencakup penyediaan energi, pengelolaan air, sistem pendingin, dan fasilitas pendukung produksi. Pertemuan antara akademisi dan praktisi itu menjadi sarana bagi peserta untuk mengenali tantangan serta kebutuhan sektor industri kimia.

Related Articles

Back to top button