Berita InfrastrukturBerita Konstruksi BerkelanjutanInfo Proyek

Antisipasi El Niño: Kementerian PU Kebut Perbaikan Bendung Karet di Pati dan Jepara demi Selamatkan Irigasi Pertanian

KONSTRUKSINEWS.ID – Guna mengamankan pasokan air irigasi di tengah ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Niño, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengambil langkah proaktif. Pemerintah saat ini tengah mengebut perbaikan dua infrastruktur vital pengairan, yakni Bendung Karet Sungai Juana di Kabupaten Pati dan Bendung Karet Welahan di Kabupaten Jepara.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk menjaga elevasi muka air sungai agar kebutuhan sektor pertanian dan masyarakat tetap terpenuhi sepanjang musim kemarau.

Mitigasi Kebocoran dan Ancaman Intrusi Air Laut

Tindakan perbaikan ini bermula dari hasil pemantauan lapangan yang menemukan adanya indikasi kebocoran dan rembesan pada badan bendung karet. Jika dibiarkan, kerusakan fisik ini dapat memicu efek domino yang merugikan:

  1. Penyusutan Debit Air: Menurunkan kemampuan bendung dalam menahan air, yang berakibat langsung pada terganggunya distribusi irigasi ke lahan-lahan pertanian.
  2. Intrusi Air Laut: Elevasi muka air tawar yang rendah akan memperbesar risiko masuknya air laut ke aliran sungai. Intrusi ini sangat berbahaya karena dapat merusak kualitas air baku bagi masyarakat dan meracuni lahan pertanian.

Profil Dua Infrastruktur Pengairan Strategis

Kedua bendung karet yang tengah diperbaiki ini memiliki spesifikasi teknis dan fungsi krusial di wilayahnya masing-masing:

  • Bendung Karet Sungai Juana (Pati) Berlokasi di Desa Sejomulyo, Kecamatan Juwana, bendung tipe air-inflated rubber dam (berisi udara) ini memiliki dua bentang dengan panjang masing-masing 37,82 meter dan tinggi 4 meter. Fasilitas ini didukung oleh rumah pompa, blower, bangunan kontrol, serta pintu pengambilan air irigasi guna menstabilkan pasokan air menuju jaringan pertanian.
  • Bendung Karet Welahan (Jepara) Terletak di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, fasilitas ini juga memiliki dua bentang dengan panjang masing-masing 30 meter. Dengan volume tampung mencapai 2.628.300 meter kubik, bendung ini tidak hanya menyokong irigasi, tetapi juga menjadi tulang punggung penyediaan air tawar untuk kebutuhan harian warga sekitar.

Pengerjaan Taktis dengan Target Penyelesaian Singkat

Proses perbaikan dilakukan secara presisi dengan metode penambahan klem khusus pada titik-titik yang mengalami rembesan atau kebocoran. Pengerjaan ini melibatkan 13 personel teknis yang terjun langsung secara manual ke lapangan. Waktu penyelesaian diestimasi berjalan singkat, berkisar antara tiga hingga tujuh hari, menyesuaikan dengan dinamika kondisi di lokasi.

Benteng Pertahanan Ketahanan Pangan

Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air BBWS Pemali Juana, Dimas Arry, menegaskan bahwa langkah preventif ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Perbaikan bendung karet ini merupakan langkah cepat untuk memastikan fungsi bendung tetap optimal dalam mempertahankan muka air sungai, khususnya pada puncak musim kemarau,” ujar Dimas.

Dengan stabilnya elevasi muka air, distribusi air menuju jaringan irigasi diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan. Keberhasilan operasi dan pemeliharaan (O&P) yang berkelanjutan pada bendung, saluran irigasi, hingga rumah pompa ini pada akhirnya akan menekan risiko gagal panen, menahan laju intrusi air laut, dan memastikan roda produktivitas pertanian di pesisir utara Jawa Tengah tetap berputar maksimal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button