Berita KonstruksiBerita Terbaru

Bendungan Jragung Ditargetkan Beroperasi Awal 2027, Progres Konstruksi Capai 97 Persen

KONSTRUKSINEWS.ID — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dapat mulai beroperasi pada awal 2027. Hingga akhir September 2026, pembangunan infrastruktur sumber daya air tersebut dilaporkan telah mencapai progres sekitar 97 persen.

Saat ini, Bendungan Jragung telah memasuki tahap impounding atau pengisian awal waduk. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum bendungan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan air dan irigasi.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, mengatakan pekerjaan fisik bendungan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Setelah itu, bendungan diharapkan dapat mulai difungsikan pada awal tahun berikutnya, dengan pelaksanaan operasional turut bergantung pada kondisi curah hujan dan ketersediaan air.

“Progresnya sudah 97 persen. Akhir tahun ini, Desember 2026, selesai dan akan beroperasi pada 2027 awal,” kata Sudarto, dikutip dari keterangan yang disampaikan terkait penanganan kekeringan di wilayah Demak.

Kapasitas Tampung 90 Juta Meter Kubik

Bendungan Jragung memiliki kapasitas tampung sekitar 90 juta meter kubik. Keberadaan bendungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem penyediaan air, khususnya untuk mendukung kebutuhan irigasi di wilayah Jawa Tengah.

Setelah beroperasi, Bendungan Jragung diproyeksikan mampu memberikan layanan irigasi hingga sekitar 4.500 hektare lahan pertanian. Infrastruktur tersebut juga diharapkan membantu menjaga ketersediaan air ketika memasuki periode kemarau.

Tahap impounding sendiri telah dimulai pada September 2026. Pengisian waduk menjadi salah satu proses yang perlu dipantau sebelum bendungan mencapai kondisi operasi yang memungkinkan air dialirkan untuk kebutuhan irigasi.

Jadi Penopang Ketahanan Air dan Pertanian

Pembangunan Bendungan Jragung tidak hanya diarahkan untuk penyediaan air irigasi. Pemerintah juga menempatkan infrastruktur tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sumber daya air di Jawa Tengah.

Dokumen Kementerian PU sebelumnya mencatat Bendungan Jragung memiliki sejumlah fungsi, antara lain irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta potensi pemanfaatan untuk pembangkitan energi. Data teknis pemerintah mencatat kapasitas tampung total bendungan sebesar 90 juta meter kubik.

Pemerintah juga sebelumnya menyebut pembangunan bendungan ini dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui ketersediaan air yang lebih terjamin.

Diharapkan Bantu Atasi Kekeringan

Target pengoperasian Bendungan Jragung pada awal 2027 menjadi semakin penting di tengah persoalan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Kementerian PU saat ini melakukan sejumlah langkah penanganan darurat untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian yang terdampak kemarau. Salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah Kabupaten Demak.

Dengan beroperasinya Bendungan Jragung, pemerintah berharap suplai air untuk jaringan irigasi dapat lebih terjamin sehingga produktivitas lahan pertanian tetap terjaga, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Namun, waktu operasional efektif bendungan tetap bergantung pada proses pengisian waduk dan kondisi hidrologis. Karena itu, pencapaian target awal 2027 akan mengikuti perkembangan elevasi dan ketersediaan air di waduk.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button