BeritaBerita Pembangunan Nasional

Tancap Gas Bangun BRT Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Wujudkan Transportasi Publik Modern

Tonggak sejarah baru bagi kawasan Bandung Raya

KONSTRUKSINEWS.ID – PT Brantas Abipraya (Persero) terus menunjukkan komitmen tajamnya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur nasional. Bergerak cepat dan “tancap gas”, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi ini secara resmi memulai mega proyek pembangunan Indonesia Mass Transit (MASTRAN) Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PT Abipraya-SBS.

Langkah progresif ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang diselenggarakan di Depo BRT Leuwipanjang, Kota Bandung. Momentum strategis ini menjadi tonggak sejarah baru bagi kawasan Bandung Raya untuk bertransformasi menuju ekosistem transportasi publik yang terintegrasi, modern, sekaligus ramah lingkungan.

Proyek MASTRAN BRT Cekungan Bandung merupakan wujud konkret intervensi pemerintah dalam merespons tingginya volume kendaraan yang memicu kemacetan parah di wilayah metropolitan Bandung. BRT ini diproyeksikan tidak hanya menjadi urat nadi konektivitas wilayah, tetapi juga sebagai solusi holistik untuk menekan emisi karbon secara signifikan.

“Pembangunan MASTRAN BRT Cekungan Bandung adalah langkah strategis nasional untuk mewujudkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.”

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa integrasi transportasi massal adalah sebuah keharusan untuk kota-kota metropolitan. Proyek ini dinilai esensial untuk mendongkrak efisiensi mobilitas warga sekaligus membenahi tata ruang lalu lintas perkotaan.

Penunjukan Brantas Abipraya sebagai kontraktor utama pelaksana proyek ini bukanlah tanpa alasan. Rekam jejak perusahaan dalam menangani ragam Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi garansi atas kapabilitas dan kualitas konstruksi yang mumpuni.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, menuturkan bahwa keterlibatan perseroan dalam pembangunan BRT merupakan bentuk nyata kontribusi BUMN terhadap transformasi transportasi di Tanah Air.

“Kami mendukung penuh inisiatif pengembangan transportasi massal yang berkelanjutan. Brantas Abipraya berkomitmen untuk mengeksekusi proyek ini dengan standar operasional tertinggi, mengedepankan kualitas konstruksi yang unggul, ketepatan waktu pengerjaan, dan yang paling utama, aspek keselamatan kerja,” jelas Dian.

Cakupan Infrastruktur Proyek BRT Cekungan Bandung:

  • Pembangunan jalur khusus bus (on corridor) yang steril dari kendaraan pribadi.
  • Konstruksi perkerasan jalan berstandar tinggi untuk keawetan lintasan.
  • Pembangunan halte-halte modern berfasilitas inklusif yang tersebar di titik strategis.
  • Revitalisasi trotoar dan jalur pedestrian demi menunjang kenyamanan serta keamanan pejalan kaki (first mile and last mile connectivity).

Selama fase konstruksi berlangsung, Brantas Abipraya menyadari potensi dampak terhadap kelancaran arus lalu lintas harian warga. Oleh karena itu, perusahaan telah merancang rekayasa dan manajemen lalu lintas secara bertahap serta cermat guna meminimalisasi gangguan.

Lebih jauh, prinsip Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi fondasi utama dalam setiap tahapan operasional. Hal ini dibuktikan melalui penerapan zona kerja yang aman, pemasangan rambu peringatan sesuai standar, hingga penyediaan jalur pedestrian sementara bagi masyarakat sekitar kawasan proyek.

Kehadiran BRT Metropolitan Cekungan Bandung diharapkan menjadi angin segar bagi warga. Lebih dari sekadar fasilitas transportasi massal, inisiatif ini ditargetkan mampu mengurai benang kusut kemacetan, memangkas waktu tempuh perjalanan, dan pada gilirannya, mengakselerasi pertumbuhan roda ekonomi di sepanjang koridor Cekungan Bandung.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button