Berita Pembangunan Nasional

Prabowo Ingatkan Generasi Muda Pentingnya Belajar Sejarah

Presiden menilai persatuan perlu dijaga agar kesalahan akibat politik pecah belah tidak terulang.

KONSTRUKSINEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda Indonesia tidak mengabaikan pelajaran sejarah. Menurut dia, pemahaman terhadap masa lalu penting agar bangsa Indonesia tidak kembali melakukan kesalahan yang pernah dilakukan para pendahulu.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat. Pernyataan Presiden itu dipantau melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa perubahan teknologi tidak serta-merta mengubah sifat dasar manusia. Karena itu, sejarah tetap relevan untuk dipelajari, terutama sebagai bahan evaluasi terhadap keputusan dan kelemahan yang pernah terjadi.

Sejarah sebagai pelajaran bagi generasi muda

Prabowo menyebut pemimpin yang enggan mempelajari sejarah berisiko mengulangi kekeliruan masa lalu. Ia meminta anak-anak muda memahami perjalanan bangsa, termasuk berbagai kesalahan yang pernah dilakukan oleh generasi sebelumnya.

“Kalau kita tidak belajar sejarah, kita akan mengulangi kesalahan-kesalahan sejarah,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, salah satu pengalaman paling menyakitkan dalam sejarah Indonesia adalah penjajahan oleh bangsa lain. Ia mengaitkan pengalaman tersebut dengan perpecahan di antara masyarakat dan pemimpin pada masa lalu.

Prabowo mencontohkan adanya penguasa yang memilih bekerja sama dengan pihak asing, alih-alih membangun kerja sama dengan sesama anak bangsa. Baginya, pengalaman itu menunjukkan bahwa perpecahan dapat membuka peluang bagi pihak lain untuk menguasai sebuah bangsa.

Pesan menjaga persatuan

Presiden mengingatkan generasi muda agar tidak mudah diadu domba. Ia menilai strategi divide et impera atau politik pecah belah yang pernah digunakan penjajah merupakan salah satu pelajaran penting dalam sejarah Indonesia.

Prabowo meminta kesalahan serupa tidak diulang. Menurut dia, persatuan harus dipelihara sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih kuat.

“Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita,” tegasnya.

Meski menyoroti sejumlah kelemahan dan kesalahan pada masa lalu, Prabowo juga mengingatkan bahwa para pendahulu bangsa memiliki banyak keunggulan serta pencapaian yang patut dihargai. Oleh karena itu, mempelajari sejarah tidak hanya berarti mengingat kegagalan, tetapi juga memahami keberhasilan yang dapat menjadi teladan.

Prabowo mengatakan generasi penerus perlu melihat seluruh pengalaman tersebut secara utuh. Keunggulan para pendahulu dapat dipertahankan, sementara kekurangan dan kesalahan mereka dijadikan bahan pembelajaran.

Dengan cara itu, sejarah diharapkan tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, melainkan menjadi dasar bagi generasi muda untuk menjaga persatuan dan membangun Indonesia secara lebih kuat pada masa mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button