Kolaborasi Banyak Pihak Kawal Pemugaran Rumah Raden Saleh hingga Desember 2026
Forum Lima Kreasi mengawasi mutu, biaya, dan waktu proyek yang ditargetkan menjadi museum, galeri seni, serta ruang pertemuan.
KONSTRUKSINEWS.ID – Pemugaran Rumah Raden Saleh di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, melibatkan sejumlah pihak dengan peran berbeda. Kolaborasi tersebut mencakup pemilik bangunan, konsultan masterplan, konsultan perencana, konsultan manajemen konstruksi, hingga kontraktor pelaksana.
Keterlibatan banyak pihak diperlukan karena proyek ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan. Pekerjaan juga diarahkan untuk mempertahankan nilai sejarah dan karakter arsitektur Rumah Raden Saleh, sekaligus memenuhi sasaran mutu, biaya, serta waktu pelaksanaan.
Direktur PT Forum Lima Kreasi Nugroho Widhi mengatakan, setiap pihak memiliki tanggung jawab dan kontribusi dalam memastikan pemugaran berjalan sesuai tujuan. Ia menekankan bahwa hasil proyek tersebut merupakan kerja bersama, bukan semata-mata pekerjaan kontraktor pelaksana.
“Proyek Rumah Raden Saleh ini dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama berbagai pihak,” ujar Nugroho.
Pembagian peran dalam proyek
Yayasan Kesehatan PGI Cikini bertindak sebagai pemilik bangunan. Menurut Nugroho, yayasan tersebut memiliki peran dalam mengupayakan ketersediaan pendanaan agar pekerjaan pemugaran dapat berlangsung lancar.
Arsitek Yori Antar menjalankan fungsi sebagai konsultan masterplan kawasan. Peran ini mencakup upaya menjaga agar konsep pemugaran tetap selaras dengan lingkungan sekitar dan visi penataan kawasan.
Pada sisi perencanaan bangunan, Arya Abieta bertugas sebagai konsultan perencana. Desain pemugaran diarahkan sedekat mungkin dengan kondisi historis bangunan pada 1862, ketika Raden Saleh masih hidup.
PT Forum Lima Kreasi, yang dipimpin Nugroho Widhi, berperan sebagai konsultan manajemen konstruksi. Perusahaan tersebut bertanggung jawab mengendalikan pelaksanaan dari sisi kualitas dan mutu, biaya, serta waktu, sesuai kesepakatan dan desain yang telah ditetapkan.
Sementara itu, PT Decorient Partaya Indonesia bertindak sebagai kontraktor pelaksana. Perusahaan tersebut menjalankan pekerjaan konstruksi berdasarkan perjanjian dan perencanaan proyek.
Pengawasan khusus untuk bangunan bersejarah
Nugroho menjelaskan, pengawasan manajemen konstruksi menjadi bagian penting dalam pemugaran bangunan cagar budaya. Pekerjaan konservasi memiliki karakter yang berbeda dari pembangunan gedung baru karena setiap tahapan harus mempertimbangkan kesesuaian material, metode pelaksanaan, kualitas pengerjaan, dan upaya mempertahankan elemen bernilai sejarah.
Atas dasar itu, koordinasi antara pemilik, konsultan, dan kontraktor perlu dijaga sepanjang proyek. Seluruh pihak juga harus memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan pemugaran agar hasil akhir sesuai desain serta prinsip pelestarian yang telah disepakati.
Rumah Raden Saleh dibangun pada 1852 oleh Raden Saleh Sjarif Boestaman, maestro lukis Indonesia. Bangunan tersebut berada di kompleks eks-RS PGI Cikini dan memiliki nilai sejarah serta arsitektur penting bagi perkembangan kawasan Cikini, Jakarta Pusat.
Pemugaran besar yang sedang dilakukan bertujuan mengembalikan tampilan fisik bangunan agar mendekati kondisi historis pada abad ke-19, terutama periode 1850-an hingga 1860-an. Karena itu, pekerjaan tidak berhenti pada perbaikan kerusakan, tetapi juga memperhatikan karakter arsitektur dan elemen asli bangunan.
Fasilitas modern dan rencana pemanfaatan
Meski karakter klasik bangunan dipertahankan, sejumlah fasilitas modern direncanakan untuk mendukung kenyamanan dan aksesibilitas pengunjung. Fasilitas tersebut meliputi lift, pendingin udara, dan toilet.
Pemugaran Rumah Raden Saleh ditargetkan selesai pada Desember 2026. Setelah rampung, bangunan itu direncanakan menjadi ruang publik kreatif yang dapat digunakan sebagai museum, galeri seni, dan ruang pertemuan bertaraf internasional.
Nugroho berharap kerja sama seluruh pihak terus dipertahankan hingga proyek selesai. Dengan demikian, hasil pemugaran diharapkan tidak hanya memenuhi standar teknis konstruksi, tetapi juga menjaga nilai sejarah dan arsitektur Rumah Raden Saleh agar tetap lestari serta dapat dinikmati generasi mendatang.



