Berita Konstruksi

Tim Gabungan Fokuskan Pendinginan di Tiga Blok TNGC Kuningan

Pemantauan drone dan sistem Sipongi hingga Sabtu malam tidak menemukan titik api, tetapi asap tipis masih terlihat di sejumlah lokasi.

Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memusatkan operasi pendinginan di tiga blok kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan setelah pemantauan pada Sabtu tidak menemukan titik api, meski kepulan asap tipis masih terlihat di sejumlah lokasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Indra Bayu mengatakan kondisi kebakaran telah terkendali. Namun, petugas tetap melanjutkan proses pendinginan atau mopping up hingga sisa asap menghilang dan tidak ada titik api yang kembali muncul.

“Status terkendali, lanjut pendinginan total sampai asap hilang,” kata Indra dalam keterangannya di Kuningan, Sabtu.

Tiga blok menjadi prioritas

Tiga lokasi yang menjadi fokus pendinginan ialah Blok Bintangot, Karang Dinding, dan Bukit Seribu Bintang. Ketiganya berada di kawasan TNGC wilayah Kabupaten Kuningan dan menjadi prioritas penanganan sisa kebakaran.

Berdasarkan pemantauan drone TNGC serta sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan Sipongi, tidak ada titik api yang terdeteksi hingga Sabtu malam. Meski demikian, tim gabungan tetap bersiaga untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman.

Sebelumnya, pemantauan udara di Grid 15 kawasan TNGC menemukan titik api di bawah kaki Gunung Dulang dan di sebelah selatan pos pemantauan Karang Dinding. Lokasi di selatan pos tersebut berjarak sekitar 1,4 kilometer dari titik pemantauan.

Temuan itu kemudian ditindaklanjuti melalui operasi pendinginan, termasuk di Blok Panyusupan. Pemantauan dilakukan dari udara dan melalui pemeriksaan lapangan untuk mengikuti perkembangan kondisi di area yang terdampak kebakaran.

Pendinginan dilakukan secara manual

Penanganan sisa kebakaran dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan pemadam, termasuk jet shooter. Selain itu, patroli drone dikerahkan untuk memantau sebaran asap dan memeriksa kondisi titik-titik yang sebelumnya terdampak.

Indra menyebut keterbatasan kendaraan untuk memobilisasi petugas menjadi salah satu kendala operasi. Penanganan juga harus dilakukan dengan kewaspadaan karena medan di kawasan tersebut curam dan terdapat lahan bekas terbakar.

Kondisi itu membuat proses pendinginan tidak berhenti hanya karena titik api tidak lagi terdeteksi. Petugas masih perlu memastikan bara atau sumber panas yang tersisa tidak memicu kemunculan api baru di kawasan TNGC.

Rencana penanganan pada Minggu

Untuk mendukung operasi lanjutan pada Minggu, 25 Oktober, tim gabungan merencanakan pemantauan asap dan pendinginan di Grid 15. Operasi tersebut juga akan didukung modifikasi cuaca oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta water bombing dari TNI Angkatan Udara.

Selain operasi pemadaman dan pemantauan, tim melanjutkan pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan logistik, serta pendataan relawan. Perkembangan titik api juga terus dipantau melalui sistem Sipongi.

Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menjaga agar kondisi kawasan tetap terkendali. Tim gabungan masih memprioritaskan hilangnya kepulan asap sekaligus memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul di kawasan TNGC.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button