BeritaBerita PropertiInfo Asosiasi Profesi

Cetak Developer Kelas Kakap, REI Jatim Gulirkan Program Strategis ‘REI Jatim Institute’

KONSTRUKSINEWS.ID – Menghadapi dinamika industri properti yang kian kompleks, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Jawa Timur terus tancap gas dalam memperkuat kapasitas para pengembang di wilayahnya. Melalui rangkaian program edukasi dan pelatihan yang masif, asosiasi ini meluncurkan inisiatif strategis yang kerap dijuluki sebagai “REI Jatim Institute” sebuah wadah ekosistem pendidikan nonformal, diklat, dan seminar berkelanjutan bagi para pelaku usaha realestat.

Langkah ini diambil untuk mencetak developer lokal yang tangguh, melek hukum, serta adaptif terhadap transformasi digital dan regulasi pusat, termasuk implementasi Undang-Undang Cipta Kerja serta sistem perpajakan terbaru.

Kolaborasi Strategis dan Kurikulum Komprehensif

Meski tidak berbentuk lembaga formal, konsistensi REI Jatim dalam menggandeng berbagai akademisi dan asosiasi profesi membuat program pelatihan mereka memiliki bobot akademis dan praktis yang sangat tinggi. Salah satu mitra strategis utamanya adalah Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) serta Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

Fikry selaku Wakil Ketua Bidang Perijinan DPD REI JATIM menjelaskan bahwa kolaborasi multisektor ini menjadi fondasi penting bagi standarisasi kompetensi pengembang.

“Kami di REI Jatim berkomitmen agar seluruh anggota tidak hanya memiliki modal kapital, tetapi juga modal intelektual. Melalui sinergi dengan FH UNAIR, BANI, hingga IKPI, kami membedah setiap potensi hambatan di lapangan dari kacamata regulasi baku,” ujar Fikry dalam keterangan resminya.

Fiky menegaskan bahwa pengembang tidak hanya dituntut bisa membangun fisik bangunan, tetapi juga harus menguasai aspek legalitas dan mitigasi risiko sengketa lahan agar program perumahan nasional dapat berjalan tanpa hambatan hukum di kemudian hari.

4 Program Edukasi Unggulan “REI Jatim Institute”

Guna memberikan pembekalan yang menyeluruh, REI Jatim telah merancang peta jalan pelatihan yang terbagi ke dalam empat pilar utama:

1. Diklat Pengembangan Properti (Mencetak Developer Tangguh)

Ini merupakan program inkubasi teknis bagi para pengembang, baik pemula maupun senior. Fokus utamanya adalah membedah alur perizinan yang kerap berubah, tata cara pembebasan dan pembangunan lahan perumahan yang efisien, hingga adaptasi regulasi turunan dari UU Cipta Kerja. Peserta dilatih untuk memiliki ketahanan bisnis (business resilience) di tengah fluktuasi ekonomi.

2. Edukasi Hukum, Regulasi, dan Mitigasi Sengketa

Bekerja sama dengan FH UNAIR, REI Jatim secara berkala menggelar seminar hukum. Program ini membekali anggota dengan pemahaman mendalam mengenai hukum pertanahan, penanganan sengketa konsumen, hingga pemanfaatan jalur arbitrase non-litigasi. Langkah preventif ini terbukti efektif menekan angka konflik hukum di sektor properti Jawa Timur.

3. Pelatihan Marketing Modern (Hypnoselling)

Sektor hulu yang matang harus diimbangi dengan sektor hilir yang kuat. REI Jatim menggelar kelas khusus Hypnoselling untuk para agen dan tim pemasaran pengembang. Pelatihan ini memadukan psikologi konsumen dengan teknik komunikasi persuasif, membantu mempercepat konversi penjualan unit properti di pasar yang kompetitif.

4. Edukasi Perpajakan Sektor Properti dan Coretax System

Sektor properti merupakan salah satu penyumbang pajak terbesar sekaligus yang paling sensitif terhadap perubahan regulasi fiskal. Menggandeng Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), REI Jatim memberikan pembaruan (update) komprehensif terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh) Final, hingga kesiapan para pengembang dalam mengimplementasikan sistem perpajakan terbaru nasional (coretax system).

Dampak Terhadap Industri Properti Jawa Timur

Langkah masif REI Jatim ini mendapat apresiasi positif dari para pelaku usaha dan pengamat ekonomi. Dengan adanya transfer pengetahuan yang konsisten, kualitas hunian dan kepatuhan hukum pengembang di Jawa Timur diharapkan makin meningkat.

Menurut Fikri, edukasi yang berkelanjutan ini merupakan investasi jangka panjang untuk iklim investasi yang sehat di Jawa Timur.

“Edukasi berkelanjutan seperti ini adalah kunci. Kami ingin memastikan seluruh anggota REI Jatim tidak hanya sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang sehat, aman secara hukum, dan berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Fikri.

Melalui komitmen edukasi tanpa henti ini, REI Jatim membuktikan diri bukan sekadar wadah berkumpulnya para pengembang, melainkan motor penggerak profesionalisme industri realestat di Indonesia.

KONSTRUKSINEWS.ID
Media Informasi Konstruksi Membangun Negeri
“Menghubungkan Pelaku Konstruksi Indonesia dengan Peluang Masa Depan”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button