Antisipasi Banjir dan Krisis Air, BBWS Brantas Pasang Sensor Hidrologi Canggih di 3 Daerah Jatim

KONSTRUKSINEWS.ID – Upaya memitigasi risiko terkait sumber daya air di wilayah Jawa Timur terus diperkuat. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas resmi memutakhirkan sistem pemantauan hidrologi dengan memasang sensor otomatis dan logger baru di tiga titik Pos Duga Air (PDA) strategis.
Pemasangan perangkat canggih ini bertujuan untuk meningkatkan keakuratan dan kesinambungan data tinggi muka air di aliran Sungai Brantas. Ketiga lokasi yang menjadi fokus peningkatan fasilitas tersebut adalah PDA Catak Banteng–Selorejo (Kabupaten Jombang), PDA Sadar–Sukoanyar (Kabupaten Mojokerto), serta PDA Bango–Banjararum di Kecamatan Singosari (Kabupaten Malang).
Dalam pelaksanaannya, Tim Hidrologi BBWS Brantas menggandeng spesialis instrumen, PT Merapi Tani Instrumen. Proses instalasi dan pengujian sistem memakan waktu tiga hari, yang berlangsung sejak 24 hingga 26 Juni 2026 lalu.
Pembaruan teknologi ini dinilai krusial. Perangkat logger dan sensor modern tersebut dirancang untuk mencatat fluktuasi muka air secara otomatis (real-time). Dengan teknologi ini, potensi terputusnya rekaman data (blank spot) maupun gangguan pencatatan manual dapat ditekan secara maksimal, sehingga data yang dihimpun jauh lebih konsisten.
Bagi BBWS Brantas, data dari Pos Duga Air merupakan nyawa dalam sistem peringatan dini dan manajemen sumber daya air. Analisis hidrologi yang presisi sangat bergantung pada pembacaan debit dan tinggi muka air yang akurat. Informasi inilah yang kemudian menjadi landasan utama pemerintah dalam mengambil keputusan, baik untuk alokasi pengairan maupun mitigasi bencana banjir.
Proses pembaruan ini tidak sekadar mengganti alat, tetapi mencakup audit kondisi peralatan secara menyeluruh, uji coba sensitivitas sensor, hingga kalibrasi sistem transmisi data.
Pihak BBWS Brantas menegaskan bahwa modernisasi fasilitas ini merupakan bagian integral dari pemeliharaan jaringan hidrologi berkelanjutan di Wilayah Sungai Brantas. Ke depan, pemeliharaan berkala akan terus digenjot guna memastikan tata kelola air di Jawa Timur semakin adaptif, efektif, dan terukur sesuai dinamika kondisi lapangan.



