Kementerian PU Dorong Percepatan Bangunan Hijau untuk Kejar Net Zero Emission 2060

KONSTRUKSINEWS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong percepatan penerapan bangunan gedung hijau sebagai bagian dari strategi Indonesia menuju pembangunan rendah karbon dan target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo dalam sambutan pada pembukaan Indonesia Green Building Festival (IGBF) 2026 yang digelar Green Building Council Indonesia (GBCI), Kamis (3/9/2026).
Sambutan Menteri PU dibacakan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Meike Kencanawulan Martawidjaja. IGBF 2026 mengusung tema “Transformasi Hijau Indonesia, Dari Bangunan untuk Kehidupan yang Lebih Baik.”
Kementerian PU menilai transformasi sektor bangunan membutuhkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi hingga masyarakat.
Menurut Dody, sektor bangunan dan konstruksi menjadi salah satu sektor penting dalam upaya menekan emisi karbon global. Sektor ini berkontribusi sekitar 37 persen emisi CO₂ global, menggunakan sekitar 28 persen energi global, serta menyerap sekitar 50 persen material global.
“Kondisi ini menjadikan sektor bangunan sebagai salah satu arena intervensi strategis dalam agenda dekarbonisasi,” ujar Dody dalam sambutannya di Jakarta.
Perkuat Regulasi Bangunan Hijau
Dody mengatakan komitmen Indonesia terhadap pembangunan rendah karbon sejalan dengan target dalam Paris Agreement yang telah diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016.
Indonesia menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen dengan kemampuan sendiri dan hingga 43,2 persen dengan dukungan internasional pada 2030. Target tersebut kemudian diperkuat melalui Second Nationally Determined Contribution (Second NDC) 2025.
Untuk mendukung target tersebut, Kementerian PU memperkuat implementasi bangunan gedung hijau melalui sejumlah regulasi, di antaranya PP Nomor 16 Tahun 2021 dan Permen PUPR Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.
Regulasi tersebut antara lain mengatur upaya konservasi energi dan air. Dalam penyelenggaraan bangunan gedung, target konservasi energi ditetapkan sebesar 25 persen, sedangkan konservasi air mencapai 10 persen.
Kementerian PU juga telah meluncurkan Peta Jalan Penyelenggaraan Bangunan Gedung Hijau pada Oktober 2024.
Peta jalan tersebut menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 3 juta ton CO₂ dari bangunan gedung pemerintah, 14 juta ton CO₂ dari bangunan komersial, dan 19 juta ton CO₂ dari rumah tinggal.
Perancangan Harus Sesuai Karakter Iklim
Menurut Dody, penerapan konsep bangunan hijau tidak cukup hanya mengandalkan efisiensi energi. Faktor kondisi iklim lokal juga harus menjadi pertimbangan sejak tahap perencanaan dan desain bangunan.
Untuk itu, Kementerian PU bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan Peta Zona Iklim Indonesia 2024.
Peta tersebut dapat menjadi salah satu acuan dalam merancang bangunan sesuai karakteristik iklim setiap wilayah. Pendekatannya mencakup desain pasif berbasis iklim, pemanfaatan energi terbarukan, hingga penerapan sistem pemantauan dan pelaporan energi secara terintegrasi.
Kementerian PU mencatat perkembangan implementasi bangunan gedung hijau sejak 2022. Sebanyak 23 bangunan pengajuan pemerintah daerah, 29 bangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN), 9 perumahan, dan 3 kawasan hijau telah memperoleh sertifikasi Bangunan Gedung Hijau (BGH).
Dari sisi sumber daya manusia, sebanyak 851 aparatur sipil negara (ASN) telah mengikuti pelatihan dan tersertifikasi BGH. Selain itu, terdapat 34 asesor dan 268 tenaga ahli profesional yang mendukung ekosistem bangunan hijau.
Pemerintah berharap penguatan regulasi, kompetensi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat transformasi sektor bangunan di Indonesia.
IGBF 2026 menjadi salah satu ruang kolaborasi untuk memperkuat agenda tersebut sekaligus mendorong bangunan hijau tidak hanya menjadi standar teknis, tetapi bagian dari transformasi pembangunan berkelanjutan menuju target Net Zero Emission 2060.



