Kejar Target Energi Surya 100 GW, Pemerintah Bidik Koridor Jalan Tol untuk Pembangunan PLTS

KONSTRUKSINEWS.ID – Pemerintah mulai membidik koridor jalan tol sebagai kawasan baru pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Langkah ini menjadi bagian dari percepatan transisi energi sekaligus mengejar target kapasitas energi surya nasional sebesar 100 gigawatt (GW) paling lambat pada 2029.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah mengkaji pemanfaatan sejumlah area di sepanjang jalan tol untuk pemasangan panel surya. Jalan Tol Bali Mandara menjadi salah satu lokasi pertama yang disiapkan untuk implementasi program tersebut.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, area di sisi jalan tol memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan infrastruktur energi bersih.
“Untuk pertama besok yang di Bali, Bali Mandara ya, itu pinggir-pinggirnya nanti dipasang,” kata Tri di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Selain Bali Mandara, pemerintah juga mengarahkan pengembangan PLTS di koridor Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo yang menjadi salah satu akses utama menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Potensi serupa akan dihitung pada jaringan Tol Trans Jawa. Kementerian ESDM ingin mengetahui seberapa besar kapasitas pembangkit listrik tenaga surya yang dapat dihasilkan apabila ruang di sepanjang koridor jalan bebas hambatan tersebut dimanfaatkan secara optimal.
Pemanfaatan kawasan jalan tol dinilai strategis karena memungkinkan pembangunan fasilitas energi terbarukan dilakukan dengan menggunakan koridor infrastruktur yang telah tersedia. Skema tersebut juga berpotensi mengurangi kebutuhan pembukaan kawasan baru untuk pembangunan pembangkit.
Program ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam mempercepat penambahan kapasitas energi baru terbarukan (EBT). Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan kapasitas energi surya Indonesia dapat mencapai 100 GW dalam kurun sekitar tiga tahun atau pada 2029.
Kementerian ESDM menyebut percepatan proyek PLTS 100 GW dilakukan melalui penyiapan regulasi sekaligus identifikasi ketersediaan lahan. Pada tahap awal, pemerintah mendorong pembangunan sekitar 17 GW PLTS yang akan ditopang sistem penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System (BESS).
Pengembangan energi surya juga diposisikan sebagai bagian penting dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Pemerintah menilai ketidakpastian geopolitik dunia dapat memberikan tekanan terhadap rantai pasok dan harga energi, sehingga pemanfaatan sumber energi domestik perlu diperbesar.
Selain tenaga surya, pemerintah terus mendorong pengembangan sumber energi dalam negeri lainnya, antara lain panas bumi, bioenergi, biodiesel, hingga bioetanol.
Dengan rencana pemasangan PLTS di koridor jalan tol, pemerintah berharap ruang infrastruktur yang selama ini berorientasi pada konektivitas dapat memiliki fungsi tambahan sebagai sumber produksi energi bersih.
Jika dikembangkan secara luas, pemanfaatan kawasan Tol Bali Mandara, Tol Sedyatmo hingga jaringan Tol Trans Jawa berpotensi menjadi salah satu instrumen pemerintah memperbesar kapasitas energi terbarukan, menekan ketergantungan terhadap energi fosil, serta mempercepat transformasi menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih hijau dan berkelanjutan.



