Berita Pembangunan Nasional

Menko Muhaimin: Program MBG Libatkan 1,3 Juta Warga Miskin dalam Pekerjaan

Sebanyak 148.500 pelaku usaha baru dan 63,1 ribu pemasok UMKM disebut masuk dalam rantai pasok program.

KONSTRUKSINEWS.ID – Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membuka lapangan kerja bagi 1,3 juta masyarakat miskin. Menurut dia, program tersebut juga membentuk ekosistem ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha di berbagai bagian rantai pasok.

Pernyataan itu disampaikan Muhaimin di Jakarta, Selasa. Ia menilai MBG menunjukkan bahwa penggunaan anggaran negara dapat diarahkan tidak hanya untuk membiayai suatu program, tetapi juga menciptakan kesempatan kerja dan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.

Pelaku usaha masuk rantai pasok MBG

Muhaimin mengatakan sedikitnya 148.500 pelaku usaha baru telah masuk ke dalam rantai pasok program MBG. Selain itu, sebanyak 63,1 ribu pemasok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut turut terlibat dalam ekosistem program tersebut.

Keterlibatan itu, menurut Muhaimin, memperlihatkan peran belanja negara dalam menyerap tenaga kerja sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan usaha. Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai contoh pemanfaatan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang dapat menghasilkan dampak ekonomi secara langsung.

Muhaimin mendorong pola serupa dipelajari oleh kementerian dan lembaga pemerintah. Ia berharap setiap anggaran yang dikeluarkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas serta kemandirian masyarakat.

Pemberdayaan diminta menjadi arus utama

Ia menegaskan pemberdayaan masyarakat perlu ditempatkan sebagai arus utama dalam kebijakan anggaran pemerintah. Menurut dia, anggaran pemberdayaan seharusnya tidak dipandang sebagai pelengkap, melainkan menjadi bagian penting sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program pembangunan.

Dalam pernyataannya, Muhaimin meminta Menteri Keuangan tidak menghapus anggaran yang berkaitan dengan pemberdayaan. Ia menilai arah utama APBN perlu memastikan belanja negara menghasilkan manfaat yang memperkuat kapasitas masyarakat.

Muhaimin juga mendorong perluasan pihak yang terlibat serta wilayah yang menjadi sasaran program pemberdayaan. Dengan semakin banyak program yang saling terhubung, ia meyakini masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh akses lebih besar terhadap pekerjaan, pendidikan, dan peluang usaha.

Bantuan diarahkan pada kemandirian

Muhaimin berharap pendekatan tersebut membuat belanja negara menghasilkan dampak ekonomi yang nyata. Pemberdayaan, kata dia, tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk bantuan, tetapi perlu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Ia menempatkan program MBG sebagai gambaran bagaimana kebijakan anggaran dapat menghubungkan belanja pemerintah dengan penciptaan pekerjaan serta keterlibatan usaha masyarakat. Perluasan ekosistem dan sasaran pemberdayaan menjadi dorongan lanjutan agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak pihak dan wilayah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button