Talud Jembatan Plapar Ambrol, DPU Bina Marga Jatim Kucurkan Rp 5 Miliar demi Perbaikan Darurat

KONSTRUKSINEWS.ID-Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat merespons kerusakan infrastruktur jalan akibat faktor alam. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur secara resmi mengalokasikan anggaran kedaruratan sebesar Rp 5 miliar untuk melakukan perbaikan total pada talud (dinding penahan tanah) Jembatan Plapar yang dilaporkan ambrol beberapa waktu lalu.
Langkah taktis ini diambil mengingat Jembatan Plapar merupakan urat nadi transportasi logistik dan mobilitas warga yang sangat vital. Jika dibiarkan tanpa penanganan segera, kerusakan talud dikhawatirkan bakal merembet dan mengikis struktur utama jembatan, sehingga berpotensi memicu kelumpuhan arus lalu lintas total atau bahkan kecelakaan fatal.
Alokasi dana sebesar Rp 5 miliar yang bersumber dari pos anggaran khusus ini akan difokuskan pada rekonstruksi fisik penahan tebing secara permanen. Penguatan struktur ini dirancang menggunakan spesifikasi teknis yang lebih kokoh guna mengantisipasi tekanan air dan pergeseran tanah di masa mendatang.
Perwakilan DPU Bina Marga Jatim menegaskan bahwa proyek pengerjaan ulang ini masuk dalam skala prioritas tertinggi. Pihaknya tidak ingin penundaan administrasi justru memperparah kondisi di lapangan.
“Kami sudah melakukan peninjauan teknis ke lokasi ambrolnya talud Jembatan Plapar. Anggaran sebesar Rp 5 miliar ini disiapkan untuk pengerjaan konstruksi komprehensif, mulai dari pembersihan material longsoran, penguatan fondasi bawah, hingga membangun kembali dinding penahan tanah yang lebih adaptif terhadap kontur alam sekitar,” jelasnya saat dikonfirmasi mengenai progres penanganan.
Selain melakukan perbaikan fisik pada struktur talud yang rusak, tim teknis di lapangan juga tengah mengkaji sistem drainase di sekitar area jembatan. Pembenahan saluran air dinilai penting agar limpasan air hujan di kemudian hari tidak langsung menghantam dinding pembatas, yang menjadi pemicu utama rapuhnya struktur tanah.
Selama proses pengerjaan fisik berlangsung, DPU Bina Marga Jatim mengimbau para pengguna jalan—khususnya kendaraan dengan tonase besar—untuk tetap waspada dan mematuhi rambu-rambu pengalih arus yang disediakan petugas di lapangan.
Intervensi cepat dengan anggaran miliaran rupiah ini diharapkan dapat segera memulihkan stabilitas infrastruktur Jembatan Plapar, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan yang melintas setiap harinya.



